Tanggal kegiatan: 23 Juli 2026.
Pada pagi yang cerah di hari Kamis, 23 Juli 2026, suasana khidmat sekaligus penuh keceriaan menyelimuti lapangan sekolah dalam rangka peringatan upacara Hari Anak Nasional. Ratusan siswa dan siswi berbaris rapi dengan mengenakan seragam kebanggaan mereka, bersiap mengikuti rangkaian upacara bendera yang dirancang khusus untuk merayakan eksistensi, potensi, dan hak-hak anak. Sinar matahari pagi yang hangat seolah turut menyapa semangat para generasi penerus bangsa yang telah berkumpul.
Tepat pada waktunya, upacara dimulai dengan tertib di mana Ibu Agata Margareti, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran beliau di mimbar memancarkan wibawa sekaligus kehangatan seorang pendidik, sehingga seluruh peserta upacara memusatkan perhatian ke depan. Dengan suara tegas namun penuh aura pengayom, Ibu Agata memimpin jalannya penghormatan dan menyaksikan setiap prosesi dengan saksama, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Pancasila.
Dalam sesi amanat pembina upacara, Ibu Agata Margareti, S.Pd. menyampaikan pesan yang sangat inspiratif dan menyentuh hati seluruh peserta. Beliau menekankan bahwa setiap anak memiliki keunikan, bakat yang luar biasa, dan hak mutlak untuk tumbuh di lingkungan yang aman serta penuh kasih sayang. Pesan tersebut tidak hanya memotivasi para siswa untuk terus rajin belajar dan berakhlak mulia, tetapi juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersinergi menciptakan ruang belajar yang inklusif dan ramah anak.
Semarak peringatan hari anak ini semakin terasa bermakna dengan pelibatan aktif para siswa dalam tugas upacara. Mulai dari pemimpin barisan, pasukan pengibar bendera, pembaca pembukaan UUD 1945, hingga kelompok paduan suara, semuanya dilaksanakan langsung oleh perwakilan siswa dengan sangat baik. Kelompok paduan suara yang menyanyikan lagu wajib nasional dan lagu bertema semangat anak semakin menambah suasana haru dan membanggakan.
Upacara peringatan tersebut ditutup dengan lantunan doa bersama yang khusyuk, memohonkan perlindungan, kebahagiaan, dan masa depan yang cerah bagi seluruh anak di Indonesia. Setelah barisan dibubarkan, senyum riang kembali menghiasi wajah para siswa, menandakan sukacita mereka di hari yang istimewa ini. Peringatan ini menjadi kenangan manis di mana anak-anak benar-benar dirayakan, dihargai, dan diinspirasi untuk menyongsong masa depan yang gemilang.